Semarak Harlah ke-3 IPARI, di Masjid Agung Banten


Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan rasa syukur mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ke-3 yang diselenggarakan di kawasan bersejarah Masjid Agung Banten, pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum besar bagi seluruh insan penyuluh agama untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus meneguhkan kembali komitmen pengabdian dalam melayani umat dan menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Peringatan Harlah ke-3 IPARI tahun ini berlangsung dengan sangat meriah dan dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Banten, yang terdiri dari penyuluh agama Islam maupun penyuluh agama lintas keagamaan lainnya. Tidak hanya itu, acara ini juga mendapat perhatian besar dari jajaran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Banten, para pejabat Kementerian Agama Provinsi Banten, serta berbagai unsur terkait yang selama ini menjadi mitra dalam penguatan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Sebagai organisasi profesi yang menaungi para penyuluh agama di Indonesia, IPARI memiliki peran strategis dalam mendukung program-program Kementerian Agama, khususnya dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, toleran, dan harmonis. Selama tiga tahun perjalanan organisasi ini, IPARI terus berkembang menjadi wadah pemersatu para penyuluh agama sekaligus menjadi ruang kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Mengangkat tema besar “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, peringatan Harlah kali ini membawa pesan penting bahwa penyuluh agama memiliki posisi yang sangat vital dalam menjaga persatuan bangsa yang majemuk. Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi keagamaan yang menyejukkan, membangun dialog antarumat beragama, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.

Dalam rangkaian acara, para peserta mengikuti berbagai agenda yang telah dipersiapkan, mulai dari pembukaan resmi, pembacaan doa bersama, sambutan dari para tokoh dan pejabat Kementerian Agama, refleksi perjalanan IPARI selama tiga tahun terakhir, hingga penguatan komitmen bersama seluruh penyuluh agama untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Para pimpinan Kementerian Agama yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota IPARI yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam menyukseskan berbagai program Kementerian Agama. Penyuluh agama dipandang sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga keberadaan mereka sangat menentukan keberhasilan pembangunan di bidang keagamaan, pendidikan masyarakat, pembinaan keluarga, hingga penguatan nilai kebangsaan.

Selain menjadi ajang seremonial peringatan hari lahir organisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi akbar seluruh penyuluh agama se-Provinsi Banten. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman lapangan, memperkuat koordinasi lintas daerah, serta membangun semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Masjid Agung Banten yang dipilih sebagai lokasi kegiatan menambah makna tersendiri bagi pelaksanaan Harlah IPARI tahun ini. Sebagai salah satu situs sejarah penting penyebaran Islam di Nusantara, tempat ini menjadi simbol bahwa perjuangan dakwah, pendidikan, dan pelayanan kepada umat harus terus dijaga dan diwariskan dengan penuh tanggung jawab.

Memasuki usia ke-3 tahun, IPARI diharapkan terus berkembang menjadi organisasi yang semakin profesional, mandiri, solid, serta mampu menjadi rumah besar perjuangan para penyuluh agama di Indonesia. Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut para penyuluh agama untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Peringatan Harlah ini juga menjadi pengingat bahwa tugas penyuluh agama bukan sekadar menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi penjaga harmoni sosial, pembina akhlak masyarakat, penggerak moderasi beragama, sekaligus bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam Harlah ke-3 ini, seluruh keluarga besar IPARI diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan amanah dan terus memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan negara.

Selamat Hari Lahir ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).
Terus Merawat Negeri, Menjaga Kerukunan, Menguatkan Umat, dan Bersinergi Membangun Indonesia yang Damai serta Maju.

Posting Komentar untuk "Semarak Harlah ke-3 IPARI, di Masjid Agung Banten"